Sabtu, 27 Agustus 2011

Makalah Pengembangan Wilayah


BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Letar Belakang
            Indonesia merupakan sebuah negara yang sedang berkembang, hal ini dapat dilihat dari semakin pesatnya pembangunan-pembangunan disegala bidang baik oleh pemerintah maupun pihak swasta terutama di Provinsi Sumatera Selatan dan umumnya Kabupaten Ogan Komering Ulu khususnya Kota Baturaja yang terdiri dari beberapa Kecamatan dan desa.
            Pembangunan disegala bidang yang men jadi sasaran untuk mencapoi suatu masyarakat yang adil dan makmur sesuai amanat UUD tahun 1945. Pada dasarnya pembangunan desa merupakan tangung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat, dalam hal ini masyarakat menjadi sasaran sekaligus pemeran aktif dalam pembangunan sesuai dengan keperluan namun terkadang pembangunan scram - sarana lebih penting, tanpa memperhatikan lagi kondisi keadaan lingkungan.
            Keberhasilan pembangunan desa ditentukan oleh berbagai faktor, antara lain program pembangunan dan kemampuan masyarakat yang ada di desa. Dalam upaya mendukung terciptanya keterpaduan pembangunan dan pemerataan hasil pembangunan, pemerintah memberi kepercayaan kepada mesyarakat untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang sumber dananya berasal dari pemerintah atau lembaga-lembaga kemasyarakatan atau masyarakat itu sendiri. Untuk menciptakan sistem penataan yang ramah lingkungan dan lebih penting bisa menciptakan perasaan yang nyaman dan tentram secara menyeluruh haruslah dimulai dari skup terkecil seperti desa harus menjadi titik awal perhatian, seperti penataan tata ruang, pola perumahan, jalan trotoar, fasilitas umum, tempat sampah, dan sistem penghijauan berkelanjutan.
1
 

1 .2 Perumusan Masalah
                 Perumahan RSS Sriwijaya adalah salah satu kawasan perumahan yang pada awal pembangunannya telah tertata dengan baik dan dapat dikategorikan kawasan perumahan yang ramah lingkungan clan sehat yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu, tepatnya berada di kecamatan Baturaja Timur. Namun dengan adanya tuntutan kebutuhan untuk memiliki suatu hunian / rumah yang layak dan lebih nyaman bagi penghuninya, telah banyak sekali perumahan RS5 yang mengalami perubahan - perubahan tipe bangunan sehingga rumah - rumah penduduk menjadi rapat, kurang teraturnya dan drainase, dekatnya jarak septiktank dengan sumber air, tempat sampah yang minim dan lain lain yang seharusnya menjadi perhatian serius bagi penduduk agar mendapatkan suatu lingkungan yang nyaman dan sehat.

1.3 Pembatasan Masalah
                 Kelompok kami mengambil study kasus di RSS Sriwijaya, tepatnya mulai dari gerbang masuk RS5 Sriwijaya sampai dengan pengembangan perumahan yang baru dibangun.


2
 

BAB II
PERMASALAHAN
Identifikasi Masalah
                 Dari hasil survey kelompok kami yang mengambil lokasi di RSS Sriwijaya tepatnya Mulai dari gerbang masuk RS5 Sriwijaya sampai dengan pembangunan perumahan yang baru. Ada beberapa yang dapat kami tinjau.

2.1 Pola Tata Ruang
                 Secara Umum polo tata ruang perumahan R55 Sriwijaya sudah terencana, penataan rumah - rumah sudah teratur, sudah tersedia lahan lahan kosong (Land Space) untuk penghijauan dan sarana berolahraga.

2.2 Pola Perumahan
                 Pola perumahan dilokasi ini sudah teratur dan jarak rumah satu dengan rumah yang lain tidak begitu rapat walaupun rumah tersebut sudah mengalami perubahan / renovasi. Secara umum pola perumahan R55 Sriwijaya sudah benar menghadap ke jalan dan jarak rumah ke bahu jalan sudah pada jarak yang sebenarnya yaitu 2,5 - 3 Meter.

2.3 Pola Jalan
                 JaIan poros yang tersedia mempunyai lebar jarak sekitar 6 meter dengan sistem lalu lintas dua arah dan sudah menggunakan perkerasan aspal yang cukup memadai walaupun masih terdapat lobang-lobang di badan jalan. Untuk jalan jalan cabang memiliki lebar kurang lebih 4 meter dan masih menggunakan perkerasan batu-batu ah yang ddakukan secara swadaya oleh masarakat setempat.

3
 

2.4 Pola Tata Guna Lahan

                 Dari survey kelompok kami R55 Sriwijaya masih ada beberapa lahan kosong yang dapat digunakan sebagai fasilitas umum seperti TPS (tempat Pembuangan Sampah) atau sarana olahraga.
2.5 Rioll (Saluran Pembuangan Air Limbah)
                 Di lokasi survey kondisi rioll tidak mendapat perhatian oleh pihak pembangun RSS, sehingga rioll dibuat sendiri oleh penduduk yang akan menghuni rumah tersebut. Rioll yang dibuat oleh penduduk ada yang permanent dan ada yang masih belum.
2.6  Drainase (Siring Pembuangan Air Hujan)
                 Drainase yang tersedia disini sudah sesuai dengan kondisi perumahan yang ada, namun drainase yang permanent baru terdapat di jalan poros. Sedangkan untuk jalan-jalan cabang ada yang sudah permanent dan yang belum tergantung tingkat ekonomi tiap penduduk.
2.7 Septiktank
                 Pada umumnya septiktank di setiap rumah di R55 Sriwijaya ini sudah layak (Standar). Namun karena perubahan-perubahan type rumah membuat lahan yang tersedia menjadi sempit sehingga banyak septiktank yang berdekatan dengan sumur. Bahkan ada yang memanfaatkan bagian atas septitank sebagai taman.
2.8 Tempat sampah
                 Tempat pembuangan sampah yang layak di RSS Sriwijaya sudah tersedia, sehingga masyarakat dapat  membuang sampah pada tempatnya. Tapi masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan, karena tempat sampah tersebut cukup jauh dari pemukiman.
4
 

2.9  Trotoar

                 Fasilitas trotoar di RSS Baturaja Permai ini belum tersedia, sehingga para pejatan kaki masih menggunakan badan jalan yang ado.

2.10 Penghijauan
                 Daerah kosong di sisi jalan yang seharusnya di peruntukkan untuk penghijauan belum dimanfaatkan oleh masyakat secara efektif, tetapi penghijauan di lokasi ini telah dilakukan masyarakat di pekarangan rumah mereka musing-musing.

2.11 WC Umum
                 Di perumahan Baturaja Permai ini tidak tersedia fasilitas WC umum karena dilokasi ini adalah perumahan sehingga di setiap rumah sudah memiliki WC sendiri.

5
 

BAB III
PEMBAHASAN MASALAH
                 Dari survey kelokasi maka penulis mendapati beberapa masalah yang ada dilingkungan tersebut, kemudian kelompok kami mengambil point-point alternatif pemecahan masalah tersebut antara lain

2.1 Polo Tata Ruang
                 Secara umum polo tate ruang perumahan RSS Sriwijaya sudah terencana, penataan rumah - rumah sudah teratur, sudah tersedia lahan lahan kosong (Land Space) untuk penghi jauan dan sarana berolahraga.

2.2 Polo Perumahan
                 Polo perumahan dilokasi ini sudah teratur dun jarak rumah satu dengan rumah yang lain tidak begitu rapat walaupun rumah tersebut sudah mengalami perubahan / renovasi. Secara umum polo perumahan RSS Sriwijaya sudah benar menghadap ke jalan dan jarak rumah ke bahu jalan sudah pada jarak yang sebenarnya yaitu 2,5 - 3 Meter.

2.3 Pola JaIan
                 Pola jalan di RSS Sriwijaya ini sudah memenuhi standar dan kondisinya juga cukup memadai terutama di jalan Poros, hanya perlu sedikit perbaikan untuk mendapatkan kondisi yang nyaman untuk berkendaraan. Sedangkan untuk jalan- jalan lorong/cabang usaha yang harus dilakukan adalah peningkatan mutu jalan yang hanya dikeraskan dengan batu menjadi Jalan yang menggunakan aspal.
6
 

2.4 Pola Tata Guna Lahan
                 Lebih memaksimalkan fungsi dari penggunaan lahan kosong adalah alternative yang tepat, seperti memanfaatkan beberapa lahan kosong yang dapat digunakan sebagai fasilitas umum seperti TPS (tempat Pembuangan Sampah) atau sarana olahraga. Karena RSS Sriwijaya merupakan lingkungan perumahan yang pada sistem perencanaan awalnya sudah direncanakan dengan baik.

2.5 Riol (Saluran Pembuangan Air Limbah)
                        Memberikan wawasan kepada masyarakat bahwa sistem sanitasi yang baik, adalah awal dari sebuah lingkungan yang sehat, sehingga rioll dibuat sendiri oleh penduduk yang akan menghuni rumah tersebut dapat dibuat dengan sebaik-baiknya.

2.6 brainase (Siring Pembuangan Air Hujan)
                        Drainase yang tersedia disini memang sudah sesuai dengan kondisi perumahan yang ada. Namun masih perlu disosialisasikan kepada masyarakat yang masih kurang menjaga kebersihan drainase bahwa dengan kondisi drainase yang baik akan dapat mengurangi bahaya banjir yang sering ter,jadi disaat musim hujan.
2.7 Septiktank
                 Pada umumnya memang septiktank di setiap rumah di RSS Sriwijaya ini sudah layak (Standar). Namun yang harus lebih diperhatikan oleh masyarakat disini adalah jarak septiktank tersebut dengan sumber air bersih mereka.
2.8 Tempat sampah
7
 
                        Selayaknya pada pemukiman seperti di RSS Sriwijaya ini dibuat tempat sampah yang memenuhi standar, antara lain dibuat tempat & khusus yang dapat di jangkau oleh masyarakat, memiliki kapasitas tampung cukup besar dan dapat di jangkau oleh mobil Dinas Kebersihan Kota.
2.9 Trotoar

                 Dengan lebar lahan untuk jalan sekitar 6 meter. Fasilitas trotoar di RSS Sriwijaya ini sebaiknya dibangun cepat dibangun karena hat yang akan terlihat disini jika sore hari banyak sekali pejalan kaki yang masih menggunakan badan jalan sehingga mengganggu lalu lintas.

2.10 Penghijauan
                 Dengan memanfaatkan daerah kosong di sisi jalan untuk penghijauan, dengan menanam pohon-pohon berdaun lebar dan rindang akan memperindah daerah pemukiman ini.

2.11 WC Umum
                 Karena dilokasi ini adalah perumahan sehingga di setiap rumah sudah memiliki WC sendiri. Kami kira fasilitas WC umum dkurang diperlukan disini.











8
 
 

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
            Dari pembahasan ini ada beberapa hal yang dapat kami tank sebagai kesimpulan dari survey kami di RSS Sriwijaya, antara lain :
  1. Pala perumahan disini sudah teratur dilihat dari jarak antara rumah yang satu dengan yang lain dan jarak rumah dengan badan jalan.
  2. Masih belum ada tempat pembuangan sampah yang khusus.
  3. Relum tersedianya trotoar sebagai saran pejalan kaki sedangkan pejalan kaki di suatu komplek perumahan seperti RSS Sriwijaya cukup banyak.
  4. Masih belum dimanfaatkannya lahan kosong seperti untuk sarana olahraga den penghijauan.
  5. Dengan polo perumahan yang teratur seperti di RSS Baturaja Permai ini akan mudah untuk menciptakan pola tata ruang yang baik dan lingkungan pemukiman yang sehat.
4.1. Saran
            Dari pembahasan diatas ado beberapa hal yang ingin kami dampaikan sebagai saran sebagai pemikiran kedepan, antara lain :
  1. Perlunya pembuatan tempat sampah yang standar, karena tempat sampah yang layak di sini belum ada sedangkan penduduk semakin padat yang berarti limbah masyarakat semakin banyak.
  2. Pemanfaatan lahan kosong harus lebih diopimalkan sebagai contoh untuk Pembuatan sarana Olahraga, Lahan Penghijauan atau sebagai lahan pembuatan tempat pembuangan sampah.
9
 

Laporan Mekanika Tanah




LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN HASIL PRAKTIKUM
MEKANIKA TANAH I











Laporan ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Kurikulum pada Mata Kuliah Mekanika Tanah I Fakultas Teknik jurusan Teknik Sipil Universitas Baturaja.


Laporan ini telah diperiksa dan disetujui oleh :



                                                                                                Dosen Pembimbing
                                                                                                 Mekanika Tanah I


                                                                                                  Nurmala dewi,St
iii

 
 

KATA PENGANTAR


Puji syukur penyusun panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karuniaNya serta kemudahan yang diberikan oleh Nya laporan Praktikum Mekanika Tanah I dapat selesai dengan baik dan tepat waktu.
Penyusunan laporan ini merupakan salah satu persyaratan untuk mengikuti ujian semester genap. Pada kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Nurmala dewi,St selaku dosen pembimbing Mekanika Tanah I
2.      Guru SMK Negeri 3 OKU yang telah memberikan bantuan baik berupa pikiran, lisan maupun tenaga dalam Praktikum Mekanika Tanah I
3.      Teman – teman Mahasiswa Teknik Sipil
Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih kurang dari kesempurnaan, baik secara materi, penulisan, maupun pembuatannya. Hal ini dikarenakan keterbatasan maupun pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki penyusun. Oleh karena itu, penyusun sangat mengharapkan dan menghargai segala kritikan saran dari pembaca.
Harapan penyusun semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Universitas Baturaja. Kususnya Fakultas Teknik Sipil

Baturaja,   Juni 2009





ii

 
 

DAFTAR ISI
                                                                                     Halaman
HALAMAN JUDUL ...................................................................................             i         
LEMBAR PENGESAHAN...........................................................................                        ii        
KATA PENGANTAR……………………………………………...............                        iii
DAFTAR ISI..................................................................................................             iv
BAB I  PENDAHULUAN
1.A  Latar Belakang………………………………………............    ..............          1        
BAB II  ANALISA PENGUJIAN TANAH DI LOKASI PENGEBORAN
A.  Drilling (Pemboran)………………………………………………..              3
A.1 Prosedur Kerja  Bor Tangan…………………………………..              3
A.2 Pencatatan dalam laporan …………………………………….             4
B. Sampling……………………………………………………………             5
B.1 Prosedur Kerja Sampling……………………………………...              5
B.2 Pencatatan dan Pelaporan            ……………………………………..              5
            Denah Lokasi……………………………………………………...              6
            Gambar Alat……………………………………………………….             7
            Tabel Pemeriksaan Kadar Air ……………………………………..              8
BAB III  ANALISA TANAH HASIL PRAKTIKUM
            A. Pengujian Kadar Air……………………………………………              8
            B. Tabel Hasil Pemeriksaan Kadar Air……………………………               9
BAB IV  ANALISA BUTIRAN HASIL PRAKTIKUM
A.    Alat Pengujian …………………………………………………             10
B.     Prosedur Kerja………………………………………………….             10
C.     Pecatatan………………………………………………………..             10
D.    Perhitungan……………………………………………………..             10
E.     Pelaporan……………………………………………………......                        11
Gambar Ayakan…………………………………………………….             12
Gambar Alat………………………………………………………..             13
Tabel Analisa  Butiran……………………………………………...             14
Tabel Grafik………………………………………………………...             15
BAB V  PENUTUP
A.    Kesimpulan……………………………………………………..             16
B.    
i

 
Saran…………………………………………………………….            16
BAB I
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG
Sebelum mendirikan suatu konstuksi bangunan, terlebih dahulu harus diteliti keadaan tanah dimana konstruksi itu akan diadakan. Perlunya penelitian ini tidak lain untuk keamanan konstruksi, karena faktor tanah ini sangat menentukan untuk perencanaan kestabilan konstruksi.
Rangkaian pekerjaan ini disebut percobaan / meneliti tanah dilapangan. Untuk meneliti tanah dilapangan dikenal dengan metode – metode sebagai berikut
1.      Drilling ( Pengeboran )
2.      Trial Pits ( Sumur Percobaan )
3.      Sampling ( Pengambilan contoh tanah )
4.      Penetration  Test ( Percobaan Penetrasi )
Untuk memenuhi Kurikulum Universitas Baturaja, Yaitu pada Mata Kuliah Mekanika Tanah I pada Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil, maka Praktikum kali ini meneliti tanah dan penyelidikan dilakukan dilapangan.
1.Meneliti Tanah di Laboratorium
    a.Disturbed Sample
                   - Natural water content
                   - Sieve analisis (analisa ayakan)
                   - Atteberg Limit
               b. Undisturbed Sample
                   - Natural water content
                   - Moistures specific grafity
                   - Dries specific grafity\
1

 
 

             2.Penyelidikan tanah dilapangan
                a. Drilling dengan system bor tangan ( hand boring )
                   - Penetapan titik bor
                   - Susunan  tata nama tanah ( manually )
                   - Pengambilan undisturbed sample
                   - Pengumpulan disturbed sample

             Adapun hasil penelitian pada laporan ini tidak dapat sebagai data perhitungan. Jika digunakan harus diteliti, dan lebih detail lagi, mengingat penyelidikan yang ditekankan ádalah pengenalan alat, cara menggunakan alat, proses perhitungan serta hasil Praktikum yang disusun melalui laporan.
















2

 
 

BAB II
ANALISA PENGUJIAN TANAH
DI LOKASI PENGEBORAN

A. DRILLING ( Pemboran )
Dalam Praktikum Penyelidikan dilapangan, dilakukan dengan Drilling
(Pemboran ), dan juga sampling ( pengambilan contoh tanah )
Drilling ada dua cara yaitu dengan bor tangan ( hand bores ) dan bor mesin (mechine drilling). Dalam praktikum kali ini hanya menggunakan bor tangan.
Bor tangan dapat dilakukan secara efektif untuk lapisan tanah lanau, Lampung, kepasiran lunak sampai teguh ( firm clay ), dengan kemampuan pemboran maksimum 10 meter. Tetapi bila tanah semakin teguh, maka kemampuan maksimum lebih kecil dari dari 10 meter.
A.1 Prosedur Kerja bor Tangan
       a.Peralatan
- Stang bor ( rods )                                                      3 Batang @ 1 meter
- Stang T ( handle )                                                     1 Buah
- Sang Pemutar                                                            2 buah ( 1 Pasang )
- Mata Bor                                                                   1 Buah
- Alat Bantu ( Linggis )                                               1 Buah
- Cawan / gelas aqua / selembar kertas                        5 Buah / Lembar
- Ragum ( Penjepit )                                                    1 Buah
- Kapur                                                                        1. Buah


3

 
 

b. Prosedur Kerja
­   Terlebih dahulu menentukan titik tempat yang akan dibor, kemudian                                  membuat denah lokasi dari letak titik yang akan dibor.
­   Kemudian merangkai peralatan, yang pertama dipasang adalah Iwan Auger (Mata Bor) pada ujung bawah rods, kemudian pasang handle pada ujung rods.
­   Letakkan rangkain bor dengan posisi tegak diatas yang akan dibor. Apabila lapisan tanah teguh, maka terlebih dahulu digali dengan menggunakan cangkul / linggis bagian tanah yang akan dibor. Arah putaran mata bor tergantung dari screw pada auger, diputar kekanan dan umumnya kedalaman10 – 20 cm, digali terlebih dahulu agar mata bornya dapat dengan mudah masuk kedalam tanah tersebut.
­   Pemboran dilakukan secara Terus menerus sampai masuk kedalam tanah (memutar mendorong), jika bor terasa sulit masuk, angkat rods kemudian buang tanah yang terdapat dalam mata lalu bersihkan.
­   Pemboran tetap dilakukan sampai kedalaman selanjutnya, dam dihentikan pada jarak tertentu atau pada saat bor sudah sulit diputar.
A.2 Pencatatan Dalam Laporan
­   Jenisnya ; kondisi dan warna tanah dicatat pada setiap rods diangkat.
­   Kedalaman bor ; kedalamam perubahan lapisan, kedalaman muka air tanah, dilihat dari kejenuhan biasanya kondisi lapisan tanah.
­   Semua hal – hal yang dicatat dibuat pelaporan dalam bentuk informasi secara visual, disertai tanggal penyelidikan, denah dan lokasi.

B. SAMPLING
            Sampling merupakan pengambialn contoh tanah dari suatu lapisan tanah sumber material sebagai kelanjutan penyelidikan lapangan yang akan dilakukan di pengujian.
4

 
            Dalam Praktikum kali ini pengambilan contoh tanah dilakukan dengan cara disturbed sampling. Yang tidak perlu mempertahankan kadar air (tidak diuji), untuk penyimpanan dapat ditempat terbuka.
B.1 Prosedur Kerja Sampling.
a. Peralatan
   - Sendok makan untuk mengeluarkan tanah dari mata bor.             1 Buah
   - Cawan / Gelas Aqua / Selembar kertas                                          5 Buah
b. Prosedur Kerja
­   Setelah bor mencapai kedalaman tertentu atau pada saat terasa mata bor sudah terisi penuh dengan tanah, kemudian tanah dikeluarkan dari mata bor. Kemudian kangsung dimasukkan ketempat yang telah disediakan.
­   Setiap pengambilan jenis tanah, tidak boleh disatukan.

B.2 Pencatatan dan Pelaporan
­   Segala hal yang mengenai keadaan tanah dicatat dan dibuat pelaporannya.
­   Lokasi sampling, kedalaman sampling, dibuat pelaporannya, dan titik kedalaman dimasukkan kedalam bor log.
TABEL SAMPLING
Jenis Percobaan
Dengan Kedalaman (cm)
Profil Tanah
Berat Bersih (gram)
Keterangan


Tanah 1




Tanah 2



Tanah 3



Tanah 4



Tanah 5

30




60



90



120



150

Warnanya coklat muda, teksturnya tidak lengket dan kasar

Warnanya coklat teksturnya sedikit kasar dan lengket

Warnanya Coklat tua, teksturnya halus dan lengket

Warnanya Merah teksturnya halus dan lengket

Warnanya merah kehitaman tekturnya halus dan lengket

26,50




37,00




45,00


30,50




41,45
5

 

TABEL PEMERIKSAAN KADAR AIR TANAH
( MOISTURE CONTENT )

NO
NOMOR CONTOH DAN
KEDALAMAN
30 cm
60 cm
90 cm
120 cm
150 cm
A
Nomor tin box
1
2
3
4
5
B
Berat tin box                                             gr
101,1
101,1
101,1
101,1
101,1
C
Berat tin box + tanah basah                      gr
132,5
147,5
156,1
136,7
149
D
Berat tin box + tanah kering                     gr
127,6
138,1
146,1
131,6
142,6
E
Berat air = C –D                                       gr
4,90
9,40
10,00
5,10
6,40
F
Berat Kering =D-B                                   gr
26,50
37,00
45,00
30,50
41,45
G
                                 E
Kadar air (W) =                     x 100%
                                 F
18,49
25,40
22,22
16,72
15,42

Rata-rata (%)
19,65
















8

 
 

BAB III
ANALISA TANAH DAN HASIL PRAKTIKUM

PENGUJIAN KADAR AIR

            Untuk mencari persentase kandungan air pada lapisam tanah (sample) yaitu perbandingan antara berat jenis yang terkandung dengan tanah terkering yang
dinyatakan dalam dalam persen ( % ).
  1. Alat Pengujian
-          Cawan / Gelas aqua / Selembar kertas
-          Timbangan / Neraca
-          Saringan Pasir
  1. Posedur Percobaan
-          Siapkan sample yang akan diuji
-          Siapkan cawan bersih dan Bering
-          Masukkan sample kedalam cawan lalu ditimbang (gram)
-          Keringkan sample dengan cara digongseng atau dioven dengan suhu 100 derajat celsius. hingga beratnya konstan atau kadar air 0 %
-          Timbang cawan + sample kering.
  1. Pencatatan
-          Catat nomor sample dan nomor cawan
-          Catat berat cawan ; cawan sample and cawan kering
  1. Perhitungan dan Pelaporan
-          Catat berat air (gram) = { sample basah – (Sample kering + cawan) }
-          Catat berat sample kering (gram)
-          Cari kadar air = { (berat air / berat sample kering) x 100 % }







9

 
 

BAB IV
ANALISA BUTIRAN HASIL PRAKTIKUM

Mengetahui susunan butiran dari partikel-partikel tanah yang diuji, dengan menghubungkan butir tanah dengan cara pengayakan.
A.    Alat Pengujian     
-          Timbangan dengan ketelitian 0.01 gram
-          1 set saringan (standar ASTM)
-          Mesin Pengguncang (Sieve Sheaser)
-          Gelas aqua tempat uji / Cawan
-          Pasir
B.     Prosedur Kerja
-          Terlebih dahulu masing-masing sample ditimbang (gram)
-          Selesai ditimbang, masing- masing sample disaring dengan menggunakan mesin pengguncang (10 menit)
-          Kemudian sample yang tertahan pada tiap-tiap saringan ditimbang.
C.     Pencatatan
Masing-masing sample pasir yang tertahan pada setiap saringan ditimbang
D.    Perhitungan
-          Hitung berat komulatif yang tertahan pada setiap saringan, yaitu penjumlahan berat butiran yang tertahan disaringan tersebut ditambah dengan berat butir yang tertahan pada saringan diatasnya.
-          Hitung persentasi komulatif butir yang tertahan dengan rumus berat komultif yang tertahan dibagi dengan berat contoh kering x 100 %
-          Hitung persentasi komulatif butir yang lolos yaitu 100 % - Persentasi komulatif butir yang tertahan.


10

 
 

E.     Pelaporan
-          Membuat susunan butir yang lolos pada tiap saringan (gradasi)
-          Membuat grafik gradasi, yaitu hubunagn antara persentase yang lolos pada setiap saringan.
-          Untuk sample yang berbutir halus (lanau/ampung) atau untuk mencari kadar ampung atau menganalisa butiran yang lolos saringan, digunakan alat penguji dinamika hydrometer (proses pengendapan.























11

 
 

ANALISA BUTIRAN
PASIR SEBELUM DIAYAK



Jenis Percoban

Berat (gram)
Ditimbang dengan menggunakan Benda

Berat Benda(gr)

Berat Bersih(gr)

Pasir

1730



Ember

300

1430




ANALISA BUTIRAN
PASIR SESUDAH DIAYAK
Ukuran
Saringan
Berat Butir yang tertahan  + Cawan (gr)
Berat Cawan
(gram)
Berat Butir yang tertahan (gr)
Berat Komulatif
Butir yang tertahan(gr)
Persentase Komulatif butir yang tertahan
Persentase butir yang lolos

8

20

50

949

1483

1582

937

937

1460

12

546

122

12

558

680


0,84 %

39,02 %

47,55 %

99,16 %

60,98 %

52,45 %










14

 
 

GRAVFIK

U.S STANDAR SIEVE
NOMOR
UKURAN

3
2
1 1/2
1
3/4
1/2
3/8

3 ¼


4


8
10
12

16

20

30

40

50
60
80

100


200


76,2
50,8
38,1
25,4
19,1
12,7
9,52


6,35


4,76


2,38
2,00
1,60

1,10

0,48


0,59
0,42



0,297
0,25
0,177

0,149

0,074











































































































































































































































































































































































































































































0,06

0,1
0,2



0,6


2




1

6




10


20
100


60

Halus          Sedang            Kasar
                                                                                                                                         KERIKIL (GRAVEL)










15

 
 

BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Bor Tangan (Hand Bor)
Dengan adanya penyidikan tanah menggunakan bor tangan, kami dapat mengetahui susunan / profil pada setiap kedalaman yang kami dapat. Dengan Bor, kami juga dapat mengetahui tekstur setiap keadaan tanah tersebut dengan cara pemeriksaan di laboratorium.
2. Kadar Air ( W )
Pemeriksaan kadar air ini, kami lakukan untuk mengetahui berapa persen (%) kandungan air yang terdapat pada daerah atau tanah yang dib or.
3. Analisa Saringan
Dengan melalui analisa saringan, kami dapat mengetahui jenis tanah tersebutdidapat fine sand. Dengan melihat komposisi atau persentase (%) pada setiap saringan, maka kami dapat menentukan tanah tersebut termasuk golongan apa.


B. SARAN
   Dalam Praktikun Mekanika Tanah I kami selaku mahasiswa yang ikut dalam praktikum ini kurang begitu puas, karena peralatan yang digunakan cukup relatir terbatas. Tentu saja hal ini menghambat mahasiswa yang melakukan praktikum dan tentunya menyita waktu.
            Oleh karena itu, kami menghimbau dan menyarankan agar hendaknya pada praktikum selanjutnya alat yang digunakan harus memadai, agar mahasiswa yang melakukan praktikum merasa puas.








6

 













GAMBAR BORING KIT

7

 



TIMBANGAN
 


GELAS
 






13

 
CAWAN